Orang-orang
zaman sekarang sudah tidak asing dengan yang namanya internet. Mulai dari
kalangan muda, tua, pengusaha maupun pelajar memanfaatkan kecanggihan teknologi
untuk membantu kelancaran aktivitas mereka. Mulai dari mencari informasi yang
diinginkan, membantu mengirimkan pesan melalui email, mencari teman-teman baru
lewat media sosial seperti Facebook, Twitter dan sebagainya serta membantu
kelancaran komunikasi merupakan beberapa manfaat yang didapat dari internet tersebut.
Dengan segala kelebihan tersebut, maka wajar jika antusiasme masyarakat
terhadap internet cukup tinggi. Kecanduan terhadap internet ini juga dialami
oleh saya sendiri. Sebagai anak muda yang menyukai teknologi, hampir setiap
hari saya selalu menggunakan internet. Biasanya saya menggunakan internet
utamanya media belajar serta untuk mengerjakan tugas kuliah. Khusus untuk tugas
kuliah, saya sangat tertolong dengan internet ini karena saya tidak perlu
repot-repot untuk pergi ke perpustakaan kampus. Cukup menggunakan internet,
maka segala informasi yang saya butuhkan bisa didapatkan dengan cepat. Selain
itu saya semakin senang saat mengetahui sudah banyak tempat-tempat umum seperti
mall, restaurant, cafe dan tempat nongkrong lainnya yang menyediakan fasilitas internet
gratis bagi masyarakat luas. Sebagai mahasiswa tentunya ini menjadi efisiensi
pendanaan karena tidak perlu dipusingkan untuk terus-menerus membeli paket
internet. Cukup datang ke tempat-tempat tersebut maka dengan mudah saya mengerjakan
aktivitas keseharian.
Suatu
ketika saat sedang asyik melihat berita online lewat internet, ada sebuah
berita yang membuat saya agak terkejut. Berita tersebut ialah masih banyaknya
sekolah-sekolah di Indonesia yang belum terakses dengan internet. Dalam berita
itu dikatakan baru sekitar 93.700 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga
Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 206.000 lebih sekolah di Indonesia yang baru
terkoneksi dengan internet. Ini artinya baru sekitar 40 % sekolah di seluruh
Indonesia yang sudah memiliki akses internet. Sementara 60 % lainnya belum
memiliki akses internet. Berita tersebut juga menyebutkan bahwa rata-rata
sekolah yang belum mendapat akses internet adalah sekolah yang berada di daerah
pedesaan. Saya sempat mengira bahwa semua sekolah di negeri ini telah terpasang
akses internet, namun ternyata anggapan saya salah. Sejenak saya berpikir, bagaimana
siswa-siswa di sekolah tersebut bisa belajar dengan optimal tanpa bantuan
internet. Saya saja sebagai mahasiswa sehari tanpa internet, maka merasa
kesulitan dalam belajar serta mengerjakan tugas secara optimal. Itu potret saya
yang belajar di daerah perkotaan, lalu bagaimana mereka yang belajar di desa
tanpa internet setiap harinya? Dengan mengandalkan ketersediaan buku yang masih
terbatas tentunya ini akan menghambat optimalisasi belajar murid disana. Saya
bisa membayangkan bagaimana belajar dengan model yang masih dikatakan
tradisional dan tanpa bantuan internet sama sekali. Ilmu mereka mungkin akan
tertinggal jauh dari murid yang belajar dengan bantuan internet.
Sekolah
sebagai salah satu tempat yang mendidik calon-calon generasi penerus bangsa perlu
didukung dengan kemajuan teknologi. Maka dari itu masih banyaknya sekolah yang
belum terkoneksi dengan internet ini perlu segera diselesaikan oleh pemerintah.
Semua sekolah di Indonesia harus memiliki koneksi internet tanpa terkecuali.
Jangan sampai terjadi ketimpangan dalam memberikan fasilitas internet di
sekolah-sekolah terutama di pedesaan. Sekolah di pedesaan wajib diberikan
fasilitas ini mengingat kehidupan anak-anak di sana sangat sederhana dan terbatas.
Para anak-anak tersebut perlu diperkenalkan dengan kecanggihan teknologi ini. Mereka perlu diajarkan bahwa internet itu
penting untuk proses pembelajaran mereka. Hal ini agar anak-anak tersebut mampu
mengikuti perkembangan zaman baik dari sisi informasi maupun teknologi itu
sendiri. Tapi perlu ada catatan, ajarkan kepada anak-anak tersebut internet
yang sehat dan aman. Tak bisa dipungkiri, kecanggihan internet yang dapat
menembus berbagai macam informasi termasuk konten-konten yang berbaru porno,
judi dan sebagainya. Maka dalam proses pengajaran juga perlu diajarkan
bagaimana menggunakan internet yang baik dan benar. Hal ini agar mereka
mengerti menggunakan internet sesuai dengan fungsinya. Dengan begitu anak-anak
yang belajar di pedesaan juga bisa meningkatkan kualitas mereka agar mampu
bersaing di dalam maupun luar negeri.
Program
pemasangan akses internet di sekolah-sekolah yang dikerjakan oleh Kementerian
Pendidikan (Kemendikbud) bersama Kementerian Komunikasi & Informatika
(Kominfo) perlu ditambah dan dipercepat. Hal ini agar semua sekolah di Indonesia
dapat terkoneksi dengan internet. Bila perlu, pemerintah dapat menggandeng
pihak swasta dalam hal ini perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk membantu
mempercepat program ini. Saya pun berinisiatif mencari perusahaan mana yang
aktif menjalankan program pengetasan terhadap buta internet di Indonesia. Dari
hasil pencarian, didapatkan perusahaan yang berdedikasi untuk mewujudkan hal
ini yaitu Telkomsel. Dengan program Indonesia Genggam Internet, perusahaan ini
berusaha untuk membebaskan Indonesia dari buta internet. Lebih lanjut, saya mengunjungi
situs http://telkomsel.com/genggam-internet
untuk menggali lebih jauh tentang program tersebut. Ternyata program ini
bagus dan patut didukung oleh pemerintah karena tujuannya adalah membuat
seluruh rakyat Indonesia termasuk sekolah-sekolah terhubung dengan akses
internet. Saya berharap pihak pemerintah dan Telkomsel untuk terus bersinergi
membantu mengentaskan Indonesia khususnya sekolah-sekolah dari buta internet. Agar
nantinya manusia-manusia berkualitas lahir di negeri dan membangun Indonesia ke
arah yang lebih baik dan sejahtera.
No comments:
Post a Comment