Sunday, 27 April 2014

Wajib Internetan Setiap Hari

Orang-orang zaman sekarang sudah tidak asing dengan yang namanya internet. Mulai dari kalangan muda, tua, pengusaha maupun pelajar memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membantu kelancaran aktivitas mereka. Mulai dari mencari informasi yang diinginkan, membantu mengirimkan pesan melalui email, mencari teman-teman baru lewat media sosial seperti Facebook, Twitter dan sebagainya serta membantu kelancaran komunikasi merupakan beberapa manfaat yang didapat dari internet tersebut. Dengan segala kelebihan tersebut, maka wajar jika antusiasme masyarakat terhadap internet cukup tinggi. Kecanduan terhadap internet ini juga dialami oleh saya sendiri. Sebagai anak muda yang menyukai teknologi, hampir setiap hari saya selalu menggunakan internet. Biasanya saya menggunakan internet utamanya media belajar serta untuk mengerjakan tugas kuliah. Khusus untuk tugas kuliah, saya sangat tertolong dengan internet ini karena saya tidak perlu repot-repot untuk pergi ke perpustakaan kampus. Cukup menggunakan internet, maka segala informasi yang saya butuhkan bisa didapatkan dengan cepat. Selain itu saya semakin senang saat mengetahui sudah banyak tempat-tempat umum seperti mall, restaurant, cafe dan tempat nongkrong lainnya yang menyediakan fasilitas internet gratis bagi masyarakat luas. Sebagai mahasiswa tentunya ini menjadi efisiensi pendanaan karena tidak perlu dipusingkan untuk terus-menerus membeli paket internet. Cukup datang ke tempat-tempat tersebut maka dengan mudah saya mengerjakan aktivitas keseharian.
Suatu ketika saat sedang asyik melihat berita online lewat internet, ada sebuah berita yang membuat saya agak terkejut. Berita tersebut ialah masih banyaknya sekolah-sekolah di Indonesia yang belum terakses dengan internet. Dalam berita itu dikatakan baru sekitar 93.700 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 206.000 lebih sekolah di Indonesia yang baru terkoneksi dengan internet. Ini artinya baru sekitar 40 % sekolah di seluruh Indonesia yang sudah memiliki akses internet. Sementara 60 % lainnya belum memiliki akses internet. Berita tersebut juga menyebutkan bahwa rata-rata sekolah yang belum mendapat akses internet adalah sekolah yang berada di daerah pedesaan. Saya sempat mengira bahwa semua sekolah di negeri ini telah terpasang akses internet, namun ternyata anggapan saya salah. Sejenak saya berpikir, bagaimana siswa-siswa di sekolah tersebut bisa belajar dengan optimal tanpa bantuan internet. Saya saja sebagai mahasiswa sehari tanpa internet, maka merasa kesulitan dalam belajar serta mengerjakan tugas secara optimal. Itu potret saya yang belajar di daerah perkotaan, lalu bagaimana mereka yang belajar di desa tanpa internet setiap harinya? Dengan mengandalkan ketersediaan buku yang masih terbatas tentunya ini akan menghambat optimalisasi belajar murid disana. Saya bisa membayangkan bagaimana belajar dengan model yang masih dikatakan tradisional dan tanpa bantuan internet sama sekali. Ilmu mereka mungkin akan tertinggal jauh dari murid yang belajar dengan bantuan internet.
Sekolah sebagai salah satu tempat yang mendidik calon-calon generasi penerus bangsa perlu didukung dengan kemajuan teknologi. Maka dari itu masih banyaknya sekolah yang belum terkoneksi dengan internet ini perlu segera diselesaikan oleh pemerintah. Semua sekolah di Indonesia harus memiliki koneksi internet tanpa terkecuali. Jangan sampai terjadi ketimpangan dalam memberikan fasilitas internet di sekolah-sekolah terutama di pedesaan. Sekolah di pedesaan wajib diberikan fasilitas ini mengingat kehidupan anak-anak di sana sangat sederhana dan terbatas. Para anak-anak tersebut perlu diperkenalkan dengan kecanggihan teknologi ini.  Mereka perlu diajarkan bahwa internet itu penting untuk proses pembelajaran mereka. Hal ini agar anak-anak tersebut mampu mengikuti perkembangan zaman baik dari sisi informasi maupun teknologi itu sendiri. Tapi perlu ada catatan, ajarkan kepada anak-anak tersebut internet yang sehat dan aman. Tak bisa dipungkiri, kecanggihan internet yang dapat menembus berbagai macam informasi termasuk konten-konten yang berbaru porno, judi dan sebagainya. Maka dalam proses pengajaran juga perlu diajarkan bagaimana menggunakan internet yang baik dan benar. Hal ini agar mereka mengerti menggunakan internet sesuai dengan fungsinya. Dengan begitu anak-anak yang belajar di pedesaan juga bisa meningkatkan kualitas mereka agar mampu bersaing di dalam maupun luar negeri.  
Program pemasangan akses internet di sekolah-sekolah yang dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) bersama Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) perlu ditambah dan dipercepat. Hal ini agar semua sekolah di Indonesia dapat terkoneksi dengan internet. Bila perlu, pemerintah dapat menggandeng pihak swasta dalam hal ini perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk membantu mempercepat program ini. Saya pun berinisiatif mencari perusahaan mana yang aktif menjalankan program pengetasan terhadap buta internet di Indonesia. Dari hasil pencarian, didapatkan perusahaan yang berdedikasi untuk mewujudkan hal ini yaitu Telkomsel. Dengan program Indonesia Genggam Internet, perusahaan ini berusaha untuk membebaskan Indonesia dari buta internet. Lebih lanjut, saya mengunjungi situs http://telkomsel.com/genggam-internet untuk menggali lebih jauh tentang program tersebut. Ternyata program ini bagus dan patut didukung oleh pemerintah karena tujuannya adalah membuat seluruh rakyat Indonesia termasuk sekolah-sekolah terhubung dengan akses internet. Saya berharap pihak pemerintah dan Telkomsel untuk terus bersinergi membantu mengentaskan Indonesia khususnya sekolah-sekolah dari buta internet. Agar nantinya manusia-manusia berkualitas lahir di negeri dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik dan sejahtera.       


No comments:

Post a Comment